Senin, 21 November 2011

Selamat jalan mutiara kecilku

Sakit ternyata, hari ini selasa 30 Agustus 2011 pukul 15.00 WIB, hari yang tak pernah aku impikan sebelumnya, adikku tercinta, adikku terkasih menghembuskan nafasnya yang terakhir kalinya didunia ini, setelah 3 tahun lebih berjuang melawan penyakitnya, berjuang dengan kesabaran, usia yang dini untuk memikul sebuah penyakit, entah penyakit apa yang ada pada tubuhnya, yang membuat dia tidak berdaya, tidak tumbuh layaknya seorang bayi seusianya, tak pernah makan kecuali air susu, tak pernah terlelap tidur pada setiap malam selama usianya, sungguh bayi yang luar biasa, bayi yang ajaib, dia sungguh cantik,  hidungnya mancung dan matanya sungguh indah. Setelah sekian lama keluargaku berusaha dengan semaksimal mungkin, membawanya ke rumah sakit, dari yang dekat hingga yang jauh, dari yang murah sampai yang mahal, dari yang tradisional hingga yang modern, ternyata belum juga cukup usaha keluargaku untuk menyembuhkan adikku, semakin lama tak ada perubahan, semakin haru kondisinya semakin parah, puncaknya pada hari ini, sejak pagi matanya tidak terbuka, tidak mau membuka mulutnya untuk minum susu, ternyata ini adalah isyarat bahwa adikku tercinta sudah tidak kuat menahan sakit yang lama ia tahan, ia meninggalkan ku, meninggalkan keluargaku, meninggalkan penyakitnya yang membuatnya terus bersabar. Aku terasa tak percaya, aku menyesal sungguh luar biasa, betapa tidak, kian lama aku tak dirumah, tak pernah mendampingi adikku saat dia sakit, ketika pulang aku tak pernah berusaha untuk merawatnya, ada apa dengan ku? Sungguh bodoh, bahkan disaat ia kritis aku belum sempat membacakan ayat Al quran didekatnya, satu hal yang membuat ku merasa bodoh dan penuh penyesalan, dua hari yang lalu, aku bermimpi yang menurutku ini adalah isyarat, aku menggendong jenazah bayi yang tak tau itu siapa,namun aku anggap hanya bunga tidur, tiap hari aku melihat adikkku semakin parah dan tak tega aku melihatnya, puncaknya, disiang ini, aku dibangunkan ibu dari tidurku, ibuku mulai menangis melihat kondisi adikku yang semakin parah, aku terbangun dan langsung ke kamar adikku, ku lihat adiku sudah akan menemukan ajalnya, aku langsung mengambil air wudlu dan mengambil Al Quran, ku duduk di dekat adikku, ku buka Al Quran, namun ketika ku lihat adikku, dia sudah tidak bergerak aku mulai menangis, ku pegang nadi adikku, tak ada denyut, ku lihat ada gerak dari mulut adikku, ternyata itu yang terakhir, aku begitu lemas tak kuasa menahan bendungan air mata yang tak kuat aku tampung lagi, ibu ku sedari tadi menangis memanggil adikku, tetangga mulai berdatangan, ayahku datang dengan air mata yang tak bisa ia bendung, aku mulai sesenggukan, punggungku di elus untuk menenangkan ku, namun tetap aku tak bisa menahan air mataku, aku di pindahkan ke kamarku, ku menangis bersama adikku yang lain, banyak yang menenangkan ku, tapi tetap aku tak kuasa menahan ini, rasa bersalah dan menyesal lah yang membuatku tak tahan. Di hari ini hari terakhir aku berpuasa Ramadhan, menyambut idul fitri yang mulia, namun hatiku begitu gundah dan sedih, karena tak terpikir olehku sebelumnya akan terjadi seperti ini. Ada satu hal yang membatku merasa terheran,adikku meninggalkan ku dan keluargaku saat semua keluarga berkumpul, aku dari yogyakarta pulang, adikku yang pertama pulang dari pesantren, saudara-saudaraku dari jakarta pulang. Aku sedih tapi aku juga sedikit legah karena sekarang adikku tidak merasakan sakit lagi, aku yakin ia berada pada tempat yang sangat indah, pada tempat yang begitu berbeda dengan disini, selamat jalan adikku, maafkan semua salah kakamu ini, yang tak pernah menjagamu, yang belum bisa menjadi kaka yang baik untukmu, aku benar-benar ingin melihat adikku sembuh, tumbuh sehat dan normal, menyambutku saat aku lulus nanti, mendoakan setiap perjuanganku, namun Allah berkehendak lain, inilah yang terbaik menurut-Nya, aku tetap didoakan dari surga tempat sekarang ia tinggal. Kaka selalu merindukanmu dek, semoga kita sekeluarga akan berkumpul bersama di surga nanti, malam ini takbir berkumandang dek, kaka mengumandangkan takbir untuk mu, tangisan kaka jadikan penenangmu dek. Kaka sayang kamu dek, kaka cinta kamu dek, selamat jalan adikku sayang... I LOVE U Alfi Ashfiyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar